Bongkar Seluk Beluk Voltmeter di Sini!

Selama ini istilah voltmeter mungkin sudah cukup familiar bagi kita. Namun, banyak yang ternyata tidak mengetahui fungsi voltmeter serta cara kerjanya. Apalagi banyak yang tidak tahu kalau voltmeter terbagi menjadi dua jenis.

Untuk itu kali ini akan dibahas lebih detail mengenai apa itu voltmeter, fungsinya, cara kerja hingga jenis voltmeter yang dapat dipilih. Ragam informasi ini dapat disimak melalui ulasan lengkap di bawah ini.

Fungsi Voltmeter

Voltmeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur arus tegangan listrik pada suatu komponen listrik. Alat ini tentu familiar dan biasa digunakan para profesional di bidang jasa instalasi listrik. Meski begitu, bukan berarti yang menggunakan voltmeter hanya penyedia jasa instalasi listrik saja ya. Banyak industri lain yang memanfaatkan voltmeter.

Salah satu contohnya adalah voltmeter untuk mobil. Dimana kegunaan voltmeter ini untuk mengukur kondisi aki mobil. Pengguna akan lebih mudah mengerti apakah aki mobilnya perlu diganti atau tidak melalui voltmeter tersebut.
Voltmeter hadir dengan batas ukur tertentu. Ini apabila dilanggar justru akan berbahaya dan membuat voltmeter menjadi rusak. Biasanya yang ada di sana terbagi menjadi tiga jenis nilai. Pertama adalah voltmeter(V), milivoltmeter (mV) dan kiloVolt (kV).

Cara Kerja Voltmeter

Selanjutnya akan dibahas mengenai cara kerja voltmeter. Secara umum sebenarnya voltmeter dan amperemeter memiliki cara kerja yang hampir sama. Ada dua komponen utama dalam kedua alat tersebut, yaitu galvanometer dan multiplier.

Gaya magnetik tersebut akan menyebabkan jarum menjadi bergerak. Apabila semakin besar arus maka simpangannya pun akan semakin besar. Hal yang sama juga berlaku pada voltmeter.

Pada alat ini pengguna diminta merangkai secara pararel antara alat yang akan di ukur dengan voltmeter. Untuk rangkaian arus yang searah yang harus diperhatikan adalag pemasangan kutub-kutubnya. Hal ini karena kutub-kutub harus sesuai, pada potensial rendah ditaruh kutub negatif sedangkan pada potensial tinggi di taruh kutub positif.

Untuk membedakannya pengguna dapat melihat dari kabel yang digunakan. Ada kabel dengan warna biru dan merah di sini. Akan tetapi pemasangan rangkaian arus tersebut tidak menjadi masalah pada rangkaian arus bolak balik.

Jenis-jenis Voltmeter

Tidak banyak yang tahu jika ada dua jenis voltmeter. Perbedaan keduanya hadir dari segi tampilan pada jarum jam serta penunjukkan angka. Untuk selengkapnya dapat disimak melalui penjelasan berikut ini

1.Voltmeter Analog

Pada voltmeter analog tampilan angkanya masih menggunakan jarum penunjuk (tidak langsung menggunakan angka). Di sisi lain perbedaan juga hadir dari segi cara pengaturan penggunaan. Dimana untuk voltmeter analog ini semisal akan mengukur tegangan dengan perkiraan 220 volt, maka lebih dahulu harus diputar ke arah angka terdekat dari perkiraan tersebut, yaitu 300.

2.Voltmeter Digital

Untuk voltmeter digital tampilannya hadir berupa angka langsung (tidak dengan jarum)pada layar LED. Apabila pemasangan kutub terbalik maka angka tersebut juga akan menunjukkan tanda negatif yang berarti kesalahan pemasangan kutub.

Kemudahan penggunaan tersebut membuat voltmeter digital banyak disukai dan digunakan di berbagai bidang. Mulai dari bidang instalasi listrik sampai dengan kontraktor HVAC untuk mengukur perangkat elektronik yang mereka gunakan.

Mengukur tegangan demgam voltmeter memiliki peran penting tersendiri. Namun, harus diperhatikan beberapa hal saat mulai mengukur tegangan voltmeter. Pada pengukuran stop kontak misalnya, tegangan listrik dapat diukur dari komponen yang ‘terlihat’ menghasilkan tegangan pada stopkontak tersebut.
Berbeda halnya dengan untuk mengukur tegangan pada kabel. Tegangan sapat diukur melalui arde atau bahkan lubang lain dari kabel tersebut. Hasil tegangan yang rendah menunjukkan jika kabel merupakan kabel netral. Sebaliknya hasil tegangan tinggi menunjukkan jika kabel adalah kabel fasa.

Itulah beberapa hal mengenai voltmeter yang harus dipahami utamanya untuk yang bergerak di jasa instalasi listrik. Ini karena alat tersebut penting digunakan untuk mengetahui tegangan listrik yang hadir di suatu perangkat saat proses instalasi berlangsung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *