Perbedaan Mesin Las Karbit dan Mesin Las Listrik

Penggunaan las untuk menyambung bahan material bangunan sudah menjadi hal yang lumrah dipakai saat akan membangun atau mengkonstruksi suatu bangunan. Apalagi di era industri modern seperti sekarang. Penggunaan alat-alat canggih semacam ini sudah menjadi hal yang wajib dipakai saat akan melakukan pengelasan. Jenisnya pun beragam. Ada mesin las karbit dan juga mesin las listrik yang bisa kamu jadikan pilihan. Nah, kedua jenis mesin las ini juga punya kekurangan dan kelebihan lho. Mau tahu? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Perbedaan Cara Kerja Kawat Las Listrik dan Kawat Las Karbit

Mungkin tak banyak orang yang tahu kalau kawat las yang digunakan buat masing-masing mesin las berbeda-beda. Pada dasarnya, mesin las bekerja dengan cara memanaskan atau membakar kawat. Kawatnya pun harus kawat khusus yang digunakan untuk mengelas. Kemudian, kawat yang sudah dipanaskan itu akan menghasilkan panas yang berasal dari gas asetilena. Nah, gas asetilena inilah yang bakal digunakan sebagai energi mesin las karbit.

Sedangkan untuk mesin las listrik, energi yang digunakan tentu bersumber dari aliran listrik. Aliran listrik ini kemudian diubah menjadi api untuk membakar dan melelehkan kawat las. Nantinya kawat las yang dilelehkan bisa digunakan untuk menyambung dua material bangunan yang ingin disambung.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Kawat Las Karbit dan Kawat Las Karbit

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Kawat Las Karbit dan Kawat Las Karbit

Perbedaan paling menonjol antara mesin las karbit dengan mesin las listrik adalah pada fungsinya. Kalau kamu membutuhkan mesin las yang berfungsi untuk mengelas objek kecil dan tipis, sebaiknya kamu menggunakan mesin las karbit. Selain itu, beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan ketika memakai mesin kawat las karbit ini adalah harga kawat las yang cukup murah. Makanya, perawatan dan pemeliharaan mesin ini juga murah. Selain itu, teknik pengelasannya juga cenderung mudah dan tidak ribet. Kamu tidak perlu repot-repot belajar khusus agar bisa menggunakan mesin ini.

Sedangkan kekurangannya adalah ukurannya mesinnya yang besar terkadang sulit untuk dibawa dan dipindah tempat. Selain itu, mesin ini juga tidak cocok digunakan untuk mengelas besi atau logam berukuran di atas 2 mm. Kabel yang panjang juga sering menyulitkanmu saat sedang proses pengelasan.

Lain halnya dengan mesin kawat las karbit, fungsi mesin las listrik lebih cocok digunakan untuk mengelas objek atau material yang lebih besar dan tebal. Biasanya, ketebalan material yang cocok dilas oleh mesin ini adalah material yang punya ketebalan di atas 2 mm. Kelebihan lain dari mesin las listrik ini adalah alatnya yang gampang dibawa kemana-mana. Kalau kawatnya rusak atau ingin diganti, harga kawat las satuannya juga murah. Daya listrik yang digunakan juga terjangkau, sehingga tidak bikin boros pengeluaran. Apabila aliran listrik dari PLN sedang mati, mesin ini masih bisa beroperasi menggunakan genset.

Tapi, mesin las listrik juga punya kekurangan, misalnya butuh keahlian khusus untuk mengoperasikan mesin ini. Selain itu, kabel listrik yang ada di mesin ini biasanya pendek, sehingga menyulitkan kamu saat ingin melakukan pengelasan yang jauh dari sumber listrik.

Nah, itulah kelebihan serta kekurangan yang bisa jadi pertimbangan kamu saat mau membeli atau menggunakan mesin las. Sebaiknya, pilih mesin las yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamananmu. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *